Masa Kolonialisme dan Imperialisme

Kedatangan Bangsa Barat (Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda) 
 
Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia dimulai oleh bangsa Portugis. Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. Berikutnya ialah bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521. 
Kemudian, disusul oleh bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten pada tahun 1596.Awalnya tujuan kedatangan bangsa Eropa tersebut hanya sekedar berdagang dan mencari rempah-rempah. 

Namun tujuan berdagang dan mencari rempah-rempah berubah menjadi keinginan menguasai dan memonopoli seluruh perdagangan yang ada di Indonesia. Kemudian berkembang lagi menjadi menjajah dan memegang penuh kekuasaan terhadap negara yang didatanginya. dengan tujuan menguasai dan memperdagangkan rempah-rempah yang berlimpah di wilayah Asia Tenggara, khususnya di wilayah Indonesia modern.

Kongsi dagang VOC

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) merupakan kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda pada tanggal 20 Maret 1602. VOC adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia.
Pada awal berdirinya, VOC dipimpin oleh Gubernur Jenderal Pieter Both. Dia memiliki tugas untuk mengendalikan kekuasaan di negeri jajahan VOC. Tujuan dibentuknya VOC untuk melindungi perdagangan Belanda baik antar sesama pedagang Belanda maupun bangsa-bangsa Eropa dan Asia lainnya

berikut hak-hak istimewa VOC:

1. Hak untuk merebut dan memerintah negara jajahan.

2. Hak untuk memonopoli perdagangan di wilayah timur Tanjung Harapan, termasuk Nusantara.

3. Hak untuk mencetak mata uang sendiri.

4. Hak untuk memiliki angkatan perang sendiri.

5. Hak untuk memungut pajak.

6. Hak untuk mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.

7. Hak untuk menyatakan perang dan membuat perjanjian damai.

8. Hak untuk mengangkat dan memberhentikan pegawai. 

ada beberapa hal yang menyebabkan keruntuhan VOC, yaitu:

1. Konfrontasi dengan Prancis di Eropa juga berimbas terhadap runtuhnya VOC.

2. Kemunduran dinas militer VOC, karena mutu dan kredibilitas korps perwiranya semakin menurun.

3. Perang untuk menaklukkan daerah-daerah di East Indies (Indonesia), membutuhkan waktu yang lama, karena mendapat perlawanan dari penguasa-penguasa daerah dan para ulama.

4. Kompeni-kompeni kecil dan gabungan-gabungan dari orang-orang bawahan VOC, terutama di Bengala dan Jepang, yang melakukan kecurangan penipu para pegawai VOC dengan cara memuat banyak barang-barang selundupan. 

Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang
- Sultan Baabullah mengusir Portugis
- Perlawanan Aceh
- Ketangguhan Ayam Jantan dari Timur
- Serangan Mataram terhadap VOC

Perlawanan terhadap Pemerintahan Hindia-Belanda
- Perang Saparua di Ambon
- Perang Paderi di Sumatra Barat (1821-1838)
- Perang Diponegoro (1825-1830)
- Perang Aceh
- Perlawanan Sisimangajara, Sumatra Utara
- Perang Banjar
- Perang Jagaraga di Bali

 Masa Pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang di Indonesia

Dalam perang Asia Timur Raya, Jepang memanfaatkam situasi untuk melancarkan invasinya ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Latar belakang:
- Restorasi Meijii
- Ikut Perang Dunia II
- Paham Hakko Ichiu
- Menyebarkan propaganda
- Jepang sebagai negara militer modern
Perlawanan Bersenjata:
- Perlawanan Aceh
Terjadi penyerangan terhadap Jepang yang dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil di Cot Plieng pada 10 November 1942
Jepang dipaksa mundur ke Lhokseumawe
Pada serangan ke-tiga, Jepang kembali merebut Cot Plieng dan Tengku Abdul Jalil terbunuh
- Perlawanan Blitar
Pemberontakan oleh PETA yang dipimpin Supriyadi pada 14 Februari 1945.
Karena perwira PETA sering direndahkan oleh Jepang dan banyaknya pemerasan.
Banyak pejuang gugur di antaranya Supriyadi yang tidak diketahui di mana jasadnya.
Organisasi
- Kooperatif:
Mau bekerjasama. Terdiri atas golongan tua
- Nook-kooperatif:
Tidak mau bekerjasama. Terdiri atas golongan muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah-istilah media sosial