Emotionless Girl

                                    -
                                    -
                                    -
                                    -
"Akhirnya selesai jugaa, el gimana perasaan lu? Akhirnya kita naik ke kelas 3 SMA" ujar seorang gadis yang bernama Axinella padaku

"Biasa aja" ujarku, aku hanya mengatakan yang sejujurnya karena aku memang tidak merasakan apapun 

"Lu mah, tiap hari kalau ditanya perasaan lu selalu jawab b aja, emang lu nggak ngerasain sesuatu gitu? Senang? Sedih? Marah? Contohnya kayak pala lo kena bola aja lu biasa aja, ga nangis ga marah, gw yang kesel liatnya" celoteh Axinella padaku

"Ya karna gw nggak ngerasain apapun Ella... " 'ella' itu adalah nama panggilan yang aku berikan pada Axinella

"Au ah cape gw, kayak temenan sama tembok gw" keluh Ella padaku

"Maaf"

"Eh? Kenapa lu minta maaf" tanya Ella padaku

"Lu tadi bilang kalau lu kayak temenan ama tembok, maaf kalau ge nggak bisa ngerasain perasaan yang lagi lu rasain" kelasku

"E-eh?! Ga kokk gapapa, walau gitu gw tetep mau kok temenan sama lu" ujar Ella padaku sambil tersenyum

   Aku beruntung memiliki teman seperti Ella


2 minggu setelah menjalani kehidupan kelas 3 SMA, kelas kami kedatangan murid baru

"Halo semuanya, nama gw Zion Biantara, semoga kita bisa akrab" ujarnya memperkenalkan dirinya

"Baik, Zion kamu duduk di belakang Aviel, Aviel bisa angkat tangan?" Ujar buk Florryn yang guru Bahasa sekaligus wali kelas kami

Sesuai perintah dari buk Florryn aku mengangkat tanganku, setelah itu kelai bernama zion itu duduk di belakangmu

"Gw Zion, Salken" ujarnya sambil tersenyum padaku

Silau, dia terlihat seperti matahari bagiku terlalu bersemangat dan aktif sangat berbeda dariku 

"Udah tau" balasku

"Nama lu? Siapa?" Tanyanya

"Aviel. Aviel Arganta"ujarku, aku jarang berbicara dengan orang lain selain Axinella
Sekarang bertambah lagi satu matahari dalam hidupku Axinella dan lelaki yang bernama Zion ini, entah kenapa dia terlalu bersinar

"Oke semuanya, ibuk tinggalkan tugas untuk kalian lalu pilih satu orang untuk jadi teman kelompok dan kerjakan tugas di papan tulis" jelas buk Florryn pada siswa siswi di kelas ini 

"Aviel, mau sekelompok sama gw ga?" Ujar Zion padaku dengan senyumannya 

"El! Kita sekelompok yukk!"teriak Ella padaku

" gw... "Aku bingung memilih harus sekelompok dengan siapa

"Gw bingung..."ujar Aviel

"Ella~ kebetulan Aviel nya bingung lu sama gwa ja yaa, pliss" ujar seorang laki laki yang berñama Valen Dirganta

"Len, lu bisa ga sih ga gangguin gw? Tiap hari lu gangguin gw mulu!"marah Axinella

"El, gw boleh kan bawa Ella? Lu sama Zion aja" ujar Valen

Aviel pun mengangguk menandakan bahwa ia setuju, akhinya Axinella terpaksa harus bersama dengan Valen. 


Bel pun berbunyi yang menandakan bahwa para murid sudah diperbolehkan pulang, tetapi sayangnya turun hujan yang cukup deras. 

"El, kita gimana pulangnya iniHujannya deres 
banget" tanya Ella pada Aviel, mereka berdua masih berdiri di pintu masuk gedung sekolah 

"Ella, ga bawa payung? Ayo sini payungan berdua aja sama gw" ajak Valen yang muncul di belakang mereka 

"Kalau gw payungan sama lu, Viel gimana?" Tanya Ella

"Tenang, sudah ada pangeran Zion dengan kereta kudanya alias mobilnya" ujar Valen

"Yaudah bareng aja ber4 sama gw, Zion, Viel, dan lu" ujar Ella

"Lu berdua aja sama gw payungannya sekalian ada yang mau gw omongin, yok! " ajak Valen

"Yaudah deh, El gw duluan ya, bye"

Entah kenapa Aviel merasakan sesuatu yang aneh yang belum pernah ia rasakan sesuatu yang dikatakan oleh Axinella padanya yang bernama Emosi

"El? Kenapa bengong? Ayo sama gw aja gw anterin sampe rumah lu kok"ujar Zion yang berhasil memecahkan lamunan Aviel

Saat Aviel berdua dengan Zion di mobil yang ada hanyalah keheningan sampai 

"El, kalau gw boleh tau kenapa ekspresi lu selalu datar? Emangnya lu ga ngerasain bahagia atau apapun itu? Eh-maaf kalau gw lancang" Tanya Zion

"Gapapa kok, sebelumnya gw pengen Tanya Bahagia itu apa? " Aviel balik bertanya pada Zion

"Eh? Bahagia itu Emosi emangnya lu gatau? Bukannya setiap manusia pasti punya emosi ya?" Tanya Zion

"Gw ga tau Emosi itu apa? Bahagia itu giaman rasanya? Sedih itu bagaimana rasanya? Marah itu gimana rasanya? Gw ga tau karna ga pernah rasain"ujar Aviel

" hahaha, tenang aja gw bakal bikin lu rasain apa itu bahagia"ujar Zion sambil terkekeh

Keesokan harinya Ella bercerita bahwa ia ditembak oleh Valen dan mereka resmi berpacaran, Setelah cukup lama Ella dan Valen pacaran Aviel sudah jarang berkomunikasi dengan Ella dan bahkan Ella hanya selalu dengan Valen, Viel merasa ada yang aneh dihatinya saat diacuhkan oleh Ella sesuatu yang membuat hatinya sesak saat pulang dengan Zion Viel masih melamun

"El? Kenapa kok melamun? " tanya Zion pada Aviel

"Zi, kenapa hati gw kayak sesak waktu diacuhin sama Ella? Apa ini?" Ujar Aviel yang meneteskan air mata dengan mimik wajah yang sedih, Zion yang pertama kali melihat itu dia terkejut karena sudah 1 bulan Zion berteman dengan Aviel sebelumnya ia belum pernah melihat Aviel menangis, lalu kemudian Zion terkekeh 

"El, itu namanya sedih, akhirnya lu bisa merasakan emosi pertama lu" ujar Zion

"Ini emosi? Apa gw akhirnya bisa dianggap manusia" ujar Aviel

"Lu kan emang manusia" ujar Zion

"Papa sama Mama nggak nggak nganggep gw manusia, soalnya waktu adek meninggal gw ga nangis gw juga pengen ngerasain apa yang dirasain orang lain tapi gw ga bisa" ujar Aviel yang air matanya sudah di usap oleh Zion

"Iya, lu sekarang bakalan bisa ngerasain ngerasain sesuatu yang bernama Emosi kok, dan gw bakalan temenin lu kok" ujar Zion dengan senyumnya

Saat itulah juga Aviel merasakan Sesuatu Emosi yang disebut bahagia hatinya terasa hangat dan lebih tenang dan orang yang menjadi alasan Aviel bahagia adalah Zion

"Makasih" ujar Aviel lalu tersenyum pada Zion

"Ini beneran lu senyum? Kok makin cantik sih? Lebih cantik lagi kalau senyumnya lebih lebar" ujar Zion menggoda Aviel, dan Aviel bisa tersenyum, Zion merasa lega dan juga ikut bahagia melihat Aviel bahagia

Beberapa minggu berlalu Aviel sudah bisa tersenyum dan menangis tetapi ia belum bisa marah, suatu saat Axinella mengadu pada Aviel bahwa Valen menyelingkuhinya, hubungan Aviel dan Axinella semakin hari semakin membaik dan Valen juga tidak dekat lagi dengan Axinella  beberapa minggu sebelum kelulusan mereka

"El, balikin pin gw" ujar Ella yang pinnya diambil oleh Viel namun saat ingin lari menyebrang ada truck  yang melakukan kencang namun Aviel tidak menyadari itu saat ia menoleh kebelakang ia melihat wajah panik Axinella 

"ELL! ADA TRUCK"teriak Ella

Saat Aviel melihat ke jalan ada truck yang mengarah padanya Zion berlari ke arahnya truck sempat sedikit berbelok tapi mereka tetap terluka dan terjadilah kecelakaan Zion mengalami luka parah darahnya terus mengucur sementara Aviel pingsan. 


Beberapa hari telah berlalu dan Aviel baru siuman lalu ia melihat Axinella duduk di sampingnya

"Ella? Gw dimana? Zion gimana? Zion kemana? Di mimpi gw dia bilang mau pamit ketemu ibunya, Zion kemana?Axinella... Zion mana?Aviel terus melontarkan pertanyaan pada Axinella 

"Zion... Udah pergi dari 2 hari yang lalu" ujar Ella sambil menunduk

"Ella? Lu bercanda kan? Zion gamungkin ninggalin gw... Zion-.. " ujarnya panik, air matanya seketika mengalir turun dari pipinya

"Hei" suara familiar terdengar di telinga Aviel

"Zion?!" dia seketika melihat Zion membuka pintu ruangan rumah sakitnya. 

Tawa Axinella menggema diruangan itu, dia sudah dari tadi ingin tertawa melihat reaksi panik milik Aviel. 

"El!" pipi Aviel menggembung, dia kesal karena dijahili oleh Axinella dan juga Zion. 

                                    -
                                    -
                                    -
                                    -
                            ~The End~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah-istilah media sosial