Empat Kakakku yang Terlalu Populer
-
-
-
-
Hai, aku haruko aku punya empat orang kakak laki-laki.
Kakak pertamaku namanya Kenji dia kakak ku yang paling baik, kalau di sekolah kakakku ini anak kesayangan guru dia juga populer ganteng terus good boy, auranya positif bangett.
Kakak keduaku Kaito kakak ku yang paling jail, trus kalo di sekolah dia salah satu murid paling nakal kayak badboy gitu.
Kakak ketigaku Keisuki kakak ku ini paling banyak punya temen, di sekolah dia paling mudah bersosialisasi dan freindly banget deh.
Kakak keempat Kuroo kakakku yang paling introvert, jarang keluar rumah dan bahkan dia putih alami gara gara sering banget di rumah, dia paling susah bersosialisasi mana dia otaku lagi.
Keempat kakakku ini terlalu overprotective, ohya ke empat kakakku ini lahir di hari yang sama tapi waktu lahir nya saja yang berbeda.
Ok langsung saja masuk ke kisahku..
"Deek ayo cepetan, tuh si kenji dah ngomel-ngomel" ujar kak Kei padaku
"Iya iya sabar napa" balasku, dia emang nggak sabaran
"Ok semuanya dah siap?" Tanya Kenji pada kami
"Udah" jawab kami serempak
Sesaat setelah sampai di sekolah
"Dah gw ke kelas dulu, Kaito jangan buat masalah"
"Iye-iye bawel lu ah Ken"
"Dah ya kak, Haru kakak ke kelas dulu" ujarku sambil melambai lambai pada kakak-kakakku.
"Harukaaa" aku mendengar suara temanku yang bernama Nicel sebenarnya namanya Michel cuman dia akrab dipanggil Nicel
"Nic kenapa lu lari-lari?" Tanyaku kebingungan melihatnya terengah-engah
"Mana kakak-kakak lu itu?" Tanyanya padaku
"Udah pada ke kelas, emang kenapa?" Jawabku lalu balik bertanya
"Eh kenalin gw ke kakak lo yang namanya kenji itu dong, tipe gw banget itu kakak lu yang good boy" Ujarnya dengan wajahnya yang memerah
"Dih, yakali kakak gw mau ama lo" Tolakku mentah mentah lalu lanjut berjalan menuju kelsku
"Siapa tahu kan? kakak lo mau ama gw" Ujarnya sembari mengikutiku dari belakang
"Gak-gak, gw ga sudi punya kakak ipar kek lo nanti" Tolakku lagi
"Jahat banget sii, adik ipar" Sembari memeluk-meluk tanganku
"Iiii, geli gw" ujarku sembari menggeliat kegelian dia kemudian tertawa melihat wajahku
Kami memasuki kelas lalu waktu berlalu sangat cepat dan sudah memasuki jam istirahat
"Har gw udah janji mau makan siang bareng si chelsi, gapapa kan?" Tanya Nicel padaku sambil mengambil bekalnya yang ada didalam tasnya
"Gapapa kok" Ujarku sambil tersenyum padanya
"Yodah gw duluan ya" Dia kemudian pergi berjalan menghampiri Chelsi
"Iya ti-ati"
"Gw makan siang sendiri jadi nya,yaudah deh gw ambil dulu bekal gw, bagusnya makan di mana ya? Oh ya di rooftop aja deh" Ujarku bermonolog pada diriku sendiri sebelum berjalan keluar kelas menuju rooftop
Saat berjalan menuju rooftop aku bertabrakan dengan seseorang dia sepertinya cukup tinggi lalu saat aku mentapnya karena ingin minta maaf aku terkejut karena itu ternyata adalah kakak laki-lakiku yaitu kak Kuroo
"Loh? kak Kuroo?"
"Haruka?"
"Kakak mau kemana?" tanyaku penasaran
"Kakak rencananya mau ke kelas kamu, kakak mau ngajakin makan siang" Jawabnya
"Oh yaudah kak ayo, lagian temen aku juga ga bisa makan siang bareng"
"yaudah yok"
Akhirnya kami berdua berjalan bersama menuju rooftop, lalu sesampainya di rooftop
"Kakak ko tumben ga sama ka Kaito?" Tanyaku penasaran karena biasanya kakakku ini selalu bersama dengan kak Kaito
"Ya dia lagi makan siang bareng temennya" jawabnya singkat lalu mengunyah kembali bekalnya
"Ooh gituuu, ih kak coba dong bekel kakak"
"Oh yaudah nih kakak suapin" ujarnya sambil menyuapiku daging yang ada dibekalnya
"enak ga har?"
"enak ko kak"
"enak kok kak"
Akhirnya aku dan kakakku selesai makan lalu kami kembali ke kelas masing-masing, namun saat aku kembali ke kelas terlihat banyak siswa yang menatapku dengan sinis, entah itu perasaanku saja atau apa itu aku tidak tahu
Saat aku duduk di tempatku Nicel menatapku "Har.."
"Iya kenapa?.. " tanyaku
"Di kelas ada gosip ga enak tentang lo" jawabnya, jawaban itu membuatku bingung, perasaan aku tidak melakukan apapun
"Gosip apa, perasaan gw dari tadi ga ngapa ngapain deh"
"Katanya lo itu selingkuhan kakak kelas, dan kakak kelas itu pacar nya si Amara" Jawabannya berhasil membuatku terkejut
"hah, gw aja ga ada tuh yang namanya pacar-pacaran" Ujarku kesal lalu aku menyadari sesuatu
"Atau mungkin yang di maksud sama si mara itu kak kuro, wah bakal seru nih" batinku
"Dah lah yang sabar aja ya Har" ujar Nicel menyoba memenangkan ku
"Sabar nic mungkin yang dimaksud sama si Anara itu kakak gw, yang tadi makan siang bareng gw"
"yaudah lo harus lurusin ini sekarang"
"Ga perlu soalnya gw bakalan pastiin Amara malu"
"Yaudah deh serah lo aja"
-
-
-
Setelah sampai di rumah aku kemudian menghampiri kak Kuro
"Kak, kaka tau ga sih tadi di sekolah aku di gosipin kan trus aku di tuduh jadi pacarnya ka Kuro padahal tadi aku cuman makan siang bareng doang, kocak banget ga sih orang yang nyebarin gosip itu" jelasku
"Yaudah dek, biarin aja palingan entar juga malu"
-
-
-
"Kak kenji kaka mau berangkat bereng aku berdua aja mau ga?" Ajakku
"Boleh"jawab kakakku dengan ramah
"Ok"
Saat sampai di sekolah banyak orang-orang yang menatapku dengan sinis apalagi sesaat setelah aku melangkahkan kakiku memasuki kelas Amara langsung menghampiri ku
"Har, har lu itu sasimo babget ya,kemarin lu deketin ka kuro sekarang lu deketin ka kenji, trus besok lu mau deketin siapa lagi ka keito sama ka keisuki, lu jangan kegatelan jadi perempuan" Marahnya
"kalau iya besok gw deketin ka Keito sama ka Keisuki gimana, emang lu siapanya mereka pacarnya ga kan?, terus lu juga ngaku ngaku pacarnya kak Kuroo" jelasku.
Sudah beberapa menit kami ribut lalu seseorang masuk ke kelasku
"Har, bekalmu ketinggalan" ujar kak Keisuke
"Makanya kalau mau pergi sekolah tu perhatiin dulu" ceramah kak Kaito padaku lalu memberikan bekalku
"Makasih kak" Ujarku, aku menyudahi adu mulutku dengan Amara
"Apasi yang enggak buat adek tercinta"
Ujar mereka berdua berbarengan
"Yaudah kami pergi dulu" ujar kak keisuke padaku, lalu kak kei dan kak Kaito pergi meninggalkan kelasku
Amara tampak kebingungan
"Kakak? Adik?"
"Iya, malu kan lo?" Ujarku mengejek lalu pergi kembali ke tempat dudukku
Akhirnya satu kelas menertawakan Amara
-
-
-
-
Komentar
Posting Komentar