Terima kasih yuri..
-
-
-
Suatu ketika di dunia peri...
"Yuriiiiiiiiiii!..."
"Iya kenapa bos?.."
"Kamu saya tugaskan menemani dan mendisiplinkan seorang anak bernama Yachie"
"Kenapa saya bos?.. "
"Kan kamu katanya tidak ingin menjaga anak laki laki yaudah, saya kasih aja anak perempuan untuk kamu jaga"
"Tapi kan- yaudah deh bos.. "
Yuri pun berangkat menuju rumah anak bernama Yachie itu, saat sesampainya ia di rumah langsung terdengar teriakan dari seorang wanita dewasa.
"Yachi kamu ya!..sudah ibu bilang kamu tu gak boleh main sama anak laki laki jadi nya kamu bandel kayak gini kan!"
"Biarin kan aku mainnya gak cuma aku sendiri yang perempuan masih ada Bela kok"
"Kamu tu ya kalau di bilangin ngejawab aja terus!"
"Bla bla bla"
"Heh yachi ibu belum selesai ngomong ya!.. Mau kemana kamu itu!.."
"Mau ke kamar lah kemana lagi" Suara bantingan pintu terdengar dari kamar Yachie, siapalagi yang membanting pintunya kalau bukan Yachie
"Yachie bukak pintunya! Yachie! "
"huh dasar anak itu" Gumam kesal Ibunya
"nye nye nye"
"hai!.. "
"lah lu siapa kok ada di kamar gue"
"Aku peri yang di tugas kan menemani dan mendisiplinkan kamu" Ujarnya dengan bangga menengadahkan kepalanya keatas
"Gw gak butuh teman teman gw dah banyak"
"Dih! songong lu"
"Yaudah intinya aku bakalan tinggal di sini, sampai misi ku selesai"
"Serah"
"Oh ya tadi kenapa kamu bentak Ibu mu?"
"Yaaa itu karna ibu gw tuh bac*d banget capek gw seumur hidup gw di atur mulu gak pernah di biarin bebas ssedangkan Abang gw di biarin aja bebas, trus pilih kasih lagi,makannya gw jadi benci sama ibu gw"
"ooo jadi krn itu kamu benci sama ibu mu"
"Emang nya kenapa sih lu mau tau soal permasalahan gw"
"Yachie asal kamu tau orang tua itu marah karna mereka tu sayang"
"Gw udah sering denger kata kata itu, itu gak bakalan ngaruh sama gw" Yuri menatap sendu ke arah Yachie, tampaknya Yachie harus tau bahwa ibunya sayang padanya
-
-
-
"Oi, yachie banguuun"
"aaah, paan sih kan ini masih jam 05.10"
"Udah cepetan mandi sana, klo ga mau mandi gw gangguin terus nih.. "
"iya-ya, ngatur banget si, dia juga bukan siapa-siapa" gumamnya sambil menuju ke kamar mandi
"Heh! Gw denger yaa!" Teriak Yuri
Beberapa menit kemudian Yachie keluar dari kamar mandi lalu mulai mengenakan baju sekolahnya
"Kenapa lu makai baju sekolah kayak gitu?..."
"Kenapa emang nya salah ya? "
"yaiyalah! Orang lu makai baju kek gitu, baju keluar dari rok, mana keluarpun baju lu itu berantakan"
"Yaudah si sirik amat lu jadi orang, eh lu bukan orang yak." Ujarnya yang kemudian bajunya berakhir dirapikan oleh Yuri
"Pagi gaes"
"Pagiiiii....." Sahut teman-temannya yang sudah berada di kelas
"gimana kemaren lu di marahain mak lu? "
"Iyalah bel, padahal kan gw cuma mukulin anak orang doang itupun gara gara dia yang mulai duluan"
"yodah lah maklumin aja... Biasa mak mak kan suka cemas ke anak² nya"
Mereka asik mengobrol sebelum akhirnya gurunya masuk ke kelas
"Duh sumpah pusing pala gw belajar mtk bel, keknya bentar lagi ngelag nih otak"
"lu kira lu doang gw juga kali"
"oiya chi tadi kan lu dapat surat tantangan lagi ya dari si mora?.."
"iya bel capek gw ngeladenin tu anak, waktu gw ladenin dia ngadu terus sama guru"
"yodah ga usah ladenin aja"
"yodah la yak"
-
-
-
"heh tomboi mau kemana lu?.. " Ujar seseorang yang menghadang jalan Yachie, siapa lagi kalau bukan Yachie
"kamu nanya?.." Ledeknya
"oooh berani lu sama gw..." Marah Mora
"brani lah siapa takut" ujarnya sambil berjalan maju
"Gaes kepung dia" Perintah Mora yang dituruti oleh teman temannya
"Dih mau ngapain klen pegang pegang gw"
"udah diam aja!.."
"Ooo gw paham, Mora lu mau brantem lagi ama gw?"
"Iya kenapa lu takut?.. " Ledeknya
"Gw?.. Takut sama ondel ondel kayak lo?..,, jangan mimpi deh di duel kita terakhir aja lo kalah dari gw" Ledeknya sambil memandang remeh Mora
"Bacot diem lu!... "
"Ayo bawa mereka kebelakang"
"Eits mau lu bawa kemana nih temen gw?!.." Ujar Yuri yang datang dengan wujud manusianya
"Yuri?!, ngapain lu kesini, pergi sana!" Usir Yachie
"Oooo... Jadi ini temen si tomboi?..."
"Mana temennya pakai kalung bodoh lagi!.. "
"Jangan sentuh kalung gw" Geram Yuri yang kalungnya ditarik hingga putus oleh Mora
"Uuu, takotnyee~" ujar Mora
"gw bilang lepasin kalung gw dan Yachie!!" Ujar Yachie lalu menampar Mora
"Berani banget lu sama gw! girls keroyok mereka" perintah Mora
Teman temannya mengeroyok Yuri, Yachie yang dari tadi ditahan mulai dipukuli oleh teman-teman Mora, Yachie memberontak dan akhirnya dia lepas dari pegangan salah satu cewek yang berada di pihak Mora
"Berani banget ya, ngeroyok gw" Ujar Yachie yang marah karena dari tadi dia dipukuli tanpa dia bisa melawan, Yachie mulai membalas mereka lalu salah satu teman Mora mengambil balik kayu lalu ingin memukul Yachie menggunkan balik itu...
Sebelum balik kayu itu berhasil mendarat dikepala Yachie, ada sebuah golok yang melesat ke balok kayu itu, gadis yang melihat balik kayunya ada sebuah golok yang tertancap ia ketakutan, tangannya bergetar balok kayu itu terjatuh, Mata Yachie terbelalak melihat Bela yang tertawa.
"Woi Bel, mati anak orang lu lempar golok, bego!" Teriak Yachie yang dibalas tawa oleh Bela
"Yaa... Mau gimana, mereka pake senjata gw juga bisa" Bela tersenyum miring melihat cewek-cewek yang ada di pihak Mora mulai ketakutan
Yuri yang awalnya terkejut karena melihat golok kemudian tertawa
"Seru juga! Balas Chi" teriak Yuri
"Lu gaperlu nyuruh juga gw lakuin!" Teriak Yachie yang mulai memukuli mereka semua
-
-
-
Para cewek yang tadi mengeroyok Yuri dan Yachie malah mereka yang lari ketakutan dan sekarang Yuri, Yachie dan Bela sedang di UKS sekolah, mereka mengobati luka Yuri dan Yachie, bagaimana dengan bela? Dia tidak terluka sedikit pun
"Keren juga gaya lu, btw gw Yuri temennya Yachie" ujar Yuri yang menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Bela
"Salken gw Bela" balas Bela tersenyum "Btw lu kenal Yachie darimana?" Tambahnya
"Uhh... Itu... Anu... Umm......" Jawabnya gelagapan
"Kita ketemu gara-gara dia baru pindah ke komplek deket rumah gw, terus dia gasengaja salah masuk rumah waktu pulang sekolah, lu tau aja komplek rumah gw rumahnya sama semua cuma beda nomor doang, dia emang ceroboh." Jelas Yachie yang membuat Yuri lega karena Yachie tidak jujur-jujur amat kalau dia itu peri, bisa gawat kalau sampe ketahuan sama manusia lain
"Iya... Hehehe" ujar Yuri sambil Menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal
-
-
-
Waktu demi waktu berlalu kedekatan Yuri dan Yachie bertambah, dan melakukan Yachie sudah tidak seburuk dulu lagi dan satu hal yang baru disadari oleh Yachie adalah kalau Ibunya adalah orang yang paling peduli padanya, ibunya khawatir kalau nanti anaknya akan terluka dan Yachie menyadari hal itu berkat bantuan Yuri.
"Yachie~ yuhuu~ gw mau bilang sesuatu"
"Bilang aja keles, orang gw juga duduknya deket sama lu" Yachie mendengus kesal
"Gw bakalan balik ke dunia gw karena tugas gw udah selesai.."
"Oh" jawabnya singkat
"Itu doang? Lu gamau nangis atau ngelakuin hal dramatis gitu? Gw balik ke dunia gw loh! Peluk gw kek apa kek, masa lu ngga sedih gw pergi" rengeknya, dia masih sama peri yang selalu berisik
"Ngga, gw ngga peduli"
Keheningan mulai mengudara di kamar tidur itu, sebelum akhirnya Yachie membuka suara
"Hahhh, lu baliknya kapan? Hm?" Dia menghela nafasnya seolah-olah tak ikhlas
"Nanti bentar lagi jam 12 malem dan tepat di jam itu lu bakalan lupa semua tentang gw"
"Hah, lupain lu?" Matanya terbelalak dia tidak mau melupakan peri berisik itu
"Iya, karna tugas gw udah selesai lu-" Dia kaget saat melihat Yachie memeluknya, erat.. Ia tersenyum kemudian membalas pelukan hangat itu, Yuri merasakan bahunya sedikit basah, Yachie menangis
"Gw n-nngak mau lupain lu... Lu temen gw"
"Gw ada ide, mana spidol?" Yuri mengambil spidol diatas meja belajar milik Yachie lalu menulis sesuatu ditangan Yachie
'Yuri' ia menuliskan namanya disana, dan beberapa menit kemudian tubuh Yuri mulai pudar karena ia akan kembali pulang ke tempat asalnya, setelah Peri itu sepenuhnya menghilang Yachie tertidur tetapi sebelum matanya tertutup ia menggumamkan sesuatu
"Makasih Yuri"
-
-
-
Komentar
Posting Komentar